02 Agustus 2017

N-219 Jalani Tahap "Medium Speed Test"

02 Agustus 2017

Pesawat angkut ringan N219 (photo : The Jakarta Post)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pengembangan pesawat N-219 yang dikembangkan bersama oleh PT Dirgantara Indonesia dan LAPAN saat ini memasuki tahap "medium speed test". 

"N-219, sekarang sudah masuk tahap medium speed test, sudah keluar hanggar. Layak terbang tapi masih uji jalan," kata Nasir usai membuka The 6th International Eijkman Conference di Jakarta, Selasa. 

Menurut dia, seminggu yang lalu pesawat multi fungsi bermesin dua yang didesain untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil ini sudah sempat terbang sekitar 10 hingga 15 menit. 

"Saya ingin cek itu untuk pastikan N-219 sudah bisa terbang. Mudah-mudahan 2017 jadi tahun kebangkitan kedirgantaraan Indonesia," ujar Nasir. 

Pesawat yang terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo ini dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23, dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang memastikan bahwa pesawat ini bisa dipakai untuk mengangkut penumpang dan juga kargo.

"Pesawat ini 100 persen hasil penelitian orang Indonesia, tapi sebagian materialnya didatangkan dari luar negeri. Sayapnya 100 persen dalam negeri dan bisa diproduksi jika pesawat sudah mulai produksi," katanya. 

Pesawat yang bisa menampung 19 orang ini dirancang untuk bisa mendarat di landas pacu relatif pendek antara 500-600 meter. Jika mendesak, pesawat ini bahkan bisa didaratkan di jalan raya.

Pesawat N-219 telah dipamerkan kepada masyarakat, banyak perusahaan asal Benua Afrika yang siap untuk membeli pesawat itu.

Bahkan, ada salah satu perusahaan asal Nigeria yang menawarkan proses "assembling" dilakukan di negaranya.

(Antara)

32 komentar:

  1. Balasan
    1. Woaah..udah flight test rupanya. Salut buat pilot uji-nya #you're so brave :D

      Hapus
    2. Kasi tau om zaka dong, biar ga sewot mulu..

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Masih uji mesin belum terbang,...��
      Sudah molor dari jadwal Maret dan mei

      Hapus
    5. wakakakaka...ini orang memang menggelikan hati.. dasar banci tingkat tinggi

      Hapus
  2. Kecil kecil cabe rawit. Yg penting bisa bikin buat dipake sendiri.

    BalasHapus
  3. Kalau bangkit bikin pesawat 1 bulan 3 pesawat ini kan sebaliknya bikin pesawat cn 235 butuh tahunan .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Sori bro...salah sasaran, heee

      Hapus
    3. Pesawat komersial Air bus aja 1 minggu 1 pesawat, pesawat Sipil spek khusus militer ya beda kali bro, ya wajar tahunan.

      Hapus
    4. @smilinghari, kalem bro, orang yg itu belum nongol. huahaha... :D

      Hapus
    5. Kagak..mo maki orang disebelah malah, makanya disini xixixi

      Hapus
    6. Muarif rebon aka muarif baihaqi aka ken arok bin cintia horas duta cakil...

      Hapus
  4. Semoga programnya sukses..
    aamiin..

    BalasHapus
  5. Indonesian Airforce is the strongest Airforce in Asean & Oceana..In Pitch Black Exercise..Australian Super Hornet was beaten by Indonesian F5 Tiger,Bae Hawk & super Flanker su30...Next exercise,indonesia will send N219 to beat Singaporean F15sg...


    source : Malon Destroyer

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga sekalian kirim Johari yang jaguh itu..ahahaha
      program MRCA di pending memang membuat sebagian para Malay jadi gila dan dungu walau sebenar nya hanya attention whore untuk selalu menunjukan kejaguhan nya dengan cara terselubung ckckck

      Hapus
    2. Inferiority Compleks memang menyebabkan kan malon selalu attention whore bro kah kah kah

      Hapus
    3. Jgn gitu bro sukhoi malon sudah pernah tewaskan F22 USA....jadi seluruh pilot air force USA sangat takut bila dog fight fi udara dgn pilot air force malon Wkwkwk

      Hapus
    4. Palagi sekarang horny nya bisa kentut belakang bro hhh

      Hapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiien...thank's dude. :D

      Hapus
    2. Wew haibat.. malonsial bakal pastinya tercirit kih kih kih

      Hapus
  7. Percuma... Kaga ada yg nongol, wajar kalo mrk speechless , tiwas udah ane bawain pisang😁

    🍌🍌🍌

    BalasHapus
  8. Terbatasnya akses informasi dari media informasi (surat kabar, televisi dan lain-lain) bagi rakyat Malaysia sehingga hanya sedikit saja informasi mengenai negara-negara tetangga yang dipunyai. Hal ini menyebabkan hidup rakyat Malaysia seperti katak dalam tempurung. Akibatnya, mereka merasa pintar padahal sesunggunya hidup dalam kemalasan dan kebodohan yang teramat sangat. Nilai-nilai demokrasi yang dicapai oleh negara tetangganya tidak banyak diketahui oleh rakyat Malaysia. Hal ini memang disengaja oleh pemerintah mereka agar rakyat tetap bodoh sehingga tidak membahayakan kekuasaan mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. demokrasi???? 1998 masih hidup gaya barbar...etnis cina di bunuh..wanita etnis cina diperkosa & dimutilasi...2017 lu klaim indonesia punya nilai demokrasi???

      menggelikan hati...orang indonesia itu...rata2 tak kenal aturan..sula2 pakai aturan sendiri.. demokrasi indonesia itu hanya alat politik..para mafia,elit & oligarkis yg menunjukkan siapa yg jadi pemimpin indonesia..media yg bebas sebebasnya di jadikan sumber adu domba & memecahkan suara rakyat..

      Hapus
    2. Proses demokrasi terus berjalan di indonesia, tdk ada yg bisa sempurna dalam waktu singkat tp kami masih trs move on dan memperbaiki(beda dgn malon yg paling hebat) .semoga ke depan semakin banyak produk2 indonesia yg bermanfaat...(silahkan diklaim buatan malon seperti batik, keris, reog dll)
      πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

      Hapus
  9. mendingan PT DI fokus dulu produksi pesawat angkut sipil ringan seperti ini aja deh, daripada langsung buat tipe airliner hanya demi mengejar pride

    BalasHapus