03 Oktober 2017

Kemhan Pilih NASAMS Untuk Rudal Pertahanan Udara Jarak Menengah

03 Oktober 2017


Rudal Nasams II versi mobile dengan platform truk 8x8 (photo : taringa)

Indonesia dipastikan mengakuisisi sistem pertahanan udara Nasams setelah persetujuan kredit pengadaan alutsista tersebut beredar di situs militer defence.pk. Adapun persetujuan kredit ini bernilai USD 101,6 juta yang berasal dari Eksportkreditt Norge AS, Norwegia pada tanggal 21 Juni 2017 untuk pembiayaan pengadaan rudal Nasams untuk Angkatan Udara Indonesia.

Terpilihnya Nasams merupakan pilihan rasional dari 4 kandidat Hanud jarak medium (Medium Air Defense - MeRAD) dengan jarak jangkau antara 50-100 km dimana dalam kompetisi tersebut muncul 4 pemasok yang terdiri dari NASAMS (Norwegia), LY-80 (China), Flying King (China), dan Sky Dragon 50 (China).
TNI AU sendiri membutuhkan rudal pertahanan udara untuk melindungi wilayah udara Indonesia yang terbentang luas. Untuk rudal pertahanan udara (Hanud) jarak dekat (Short Range Air Defense - ShoRAD) sekarang ini sudah punya enam detasemen, dari kebutuhan kurang lebih 12 detasemen hanud hingga tahun 2024 mendatang. Untuk jarak dekat ini TNI AU telah melengkapinya dengan rudal QW-3 buatan China dan Chiron buatan Korea Selatan.

Sedangkan kebutuhan Hanud untuk jarak menengah hingga tahun 2024 adalah 2 baterai rudal jarak menengah yang diprioritaskan untuk Kosekhanudnas 1 yang berkedudukan di Halim Perdanakusumah Jakarta, dengan wilayah kerjanya membawahi 6 satuan radar dari Natuna hingga Yogyakarta.


Radar mobile Nasams II dengan platform jip Mercedes Benz 4x4 (photo : Army Recognition)

Kontrak pengadaan Nasams ini hampir mirip dengan paket pembelian Lithuania dimana untuk nilai USD 9 juta didapatkan 2 baterai rudal Nasams. Satu baterai rudal terdiri dari 2 kendaraan peluncur rudal yang dapat membawa 6 rudal sekaligus, kemudian 1 radar surveillance, acquisition and tracking Raytheon AN/TPQ-36A Sentinel yang merupakan radar phased-array dan 1 kendaraan fire distribution centre (FDC). Tidak termasuk didalamnya kendaraan electro-optical kamera.

Sistem hanud Nasams dapat menggunakan rudal AIM-9X Sidewinder maupun AIM-120C AMRAAM, beruntunglah bahwa kedua rudal ini telah dimiliki TNI AU dimana Kemhan telah melakukan pembelian 36 AIM-120C7 dengan jarak  jangkau 105 km dan juga 30 AIM-9X Block II Sidewinder dengan jarak jangkau 20 km


Kendaraan fire distribution center sistem rudal Nasams (photo : Army Recognition)

Berkaca dari pengadaan meriam pertahanan udara Oerlikon Skyshield 35mm, maka yang dibutuhkan TNI AU adalah sistem yang mobile (truck mounted) dan mudah dipindahkan dengan pesawat angkut C-130 Hercules. Kemungkinan sistem peluncur radar besutan Kongsberg-Raytheon ini adalah platform truk 6x6 dan radar beserta kendaraan FDC dengan platform kendaraan taktis 4x4.

Di lingkungan TNI AU, sistem hanud Nasams harus dapat dipindahkan ke wilayah yang membutuhkannya yang terbentang luas sekali, untuk Komando Pertahanan Udara Nasional TNI AU padahal mempunyai 4 kosekhanudnas, maka sistem Nasams juga harus mobile dan air transportable.


Suasana di dalam kendaraan fire distribution center (photo : Kongsberg)

Indonesia menjadi negara kedua di kawasan yang mengadopsi siatem rudal Nasams setelah setelah Australia, negara di kawasan lainnya menjatuhkan pilihan pada Spyder buatan Israel (Singapura, Vietnam) sementara Thailand menjatuhkan pilihan pada KS-1/HQ-12 buatan China.

(Defense Studies)

152 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas bagio sama anak pake rok ditunggu komen nya lho. Siapin tisu banyak2 deh ntar tgl 5 oktober eaaaa...

      Hapus
    2. Mas paul bego kok sembunyi takde kabar. Jangan malu lah, kamu diam2 baca2 komen disini kan hayooo.

      Hapus
    3. Nasihat saya indonesia beli baru jangan beli bekas, kalau nato kasi percuma baru ambilnya

      Hapus
    4. Woy Mahatai lu Jeles ya malon ga bisa beli.. kih kih kih

      Hapus
    5. Hahaha... ada satu nih malon yg kepanasan. Gimana MRCA project AKAN BELI Kalo ada uang kih kih kih

      Hapus
    6. Mahatair jeaolus kiranya...gak bisa beli apa2 lagi ya lon...mahataik anjing

      Hapus
  2. Wah mas Paul Baggio bisa tambah nangis nih gara2 project "Akan Beli" TNI banyak yg jadi realiti :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Si paul baggio lg menangis di bilik kerana negaranya ternyata cakap banyak dan penuh bual Wkwkwk

      Hapus
    2. Beliau selalu jumawa mas kalo disini, selalu bilang project MRCA nya paling hebat dan canggih.

      *MRCA : Military Requests Cancellation At last

      Hapus
    3. MRCA aka banyak cakap aka Bullshit ...Wkwkwk

      Hapus
  3. nasam udah lama tau..tanda tangan kontrak saat idef dulu....cuma yg menjadi tanda tanya itu jumlahnya berapa......kalau ada nasam versi laut keren nih....pertahanan udara hebat bagi fregat.....selain aster 30.....ini baru lawan takut......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih kurang... Ada org di Pak.def yg bilang NASAMS kurang di jarak jangkaunya... Cuma 20 km (tdk tahu pakai rudal blok berapa) . Dia bilang ini dikarenakan rudal aslinya (AMRAAM) itu diluncurkan udara ke udara, jd gaya dorong lebih lemah dari rudal darat ke udara. Karena itu jarak jangkau AMRAAM berkurang scr signifikan.

      Hapus
    2. ITU SUDAH JELAH YANG LITUANIA 2 BATREI HARGANYA 9 JUTA DOLAR...101 JUTA DOLAR JADI SEKITAR 20 BATREI

      Hapus
    3. mimin salah tulis tuch om ucup.

      aselinya lituania itu beli 2 batere
      $109jt, bkn 9jt. ktinggalan cepeknya haha!

      nich liat aza,
      http://www.janes.com/article/64881/lithuania-and-norway-agree-nasams-deal

      Hapus
  4. The power of "Akan".
    Silahkan saja diremehkan, tapi dengan "Akan", maka banyak yang mengharapkan & doa'in, sampai jadi kenyataan.
    Jadi, disini segalanya mmg berawal dari "Akan". :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indonesia have dream but the dreams come true,not like our negara tetangga sebelah always dreaming n dreaming,only big mouth Wkwkwk

      Hapus
    2. Hehehehe kita lihat Bullyan "TNI cuma Akan" versi mas Paul nanti saat Apache thn ini atau thn depan dateng... dulu TNI mau beli Leopard Kasel dan Paladin pun sama orang jaguh ini dibilang cuman bisa "akan" :-)

      Hapus
    3. @pedang setaan

      Kasi tau tu bang bolodewo...kebanyakan nobar sih dia, jadi gak tau kalo kemhan udah nyicil beli ini-itu

      Hapus
    4. Bolodewo keseringan kena grimis waktu nobar sih. Ngertinya goreng isu pki sampe kejang2.

      Hapus
    5. Knp kog kejang"? Cuma sekedar nobar PKI

      Hapus
    6. Mas bolo mau tanya...menurut hitungan sampeyan lebih banyak mana simpatisan komunis, setelah dan sebelum nobar?

      Hapus
    7. Mas bolo mau tanya...menurut hitungan sampeyan lebih banyak mana simpatisan komunis, setelah dan sebelum nobar?

      Hapus
    8. Mas hari bacalah strategi 'menggebah rumput mengagetkan ular' dari Sun Tzu kira" itulah salah satu pesan dari beberapa pesan yang ingin disampaikan dgn nobar

      Hapus
    9. Melawan komunis tuh pake jurus wiro sableng aja mas lebih ampuh 'melempar kunyuk sambil seruput kopi'. Urip mu selo men mikir ke pki bangkit xixixi...

      Hapus
    10. Tole joni, mending kamu belajar dulu sana biar pinter

      Hapus
    11. Sakjan2e mas nenggolo ki ndhongakke Pak Jokowi dadi presiden maneh, ben tetep iso dodol gorengan pki...

      Hapus
    12. Mau jadi presiden seumur hidup juga gapapa mas, asal rakyat menghendaki

      Hapus
    13. Yo gak entuk lah presiden seumur hidup. Ngarang wong siji iki. Cukup 2 peripde saja. Paham. Makane sinau sik akeh ojo kakean nobar to mas

      Hapus
    14. @smiling

      Heran juga gorengan pki lg metu jaman jokowi.10 tahun sby kok gak pernah digoreng ya. Mungkinkah pki berhasil dinina bobok kan sby dengan 5 album musiknya yg cetar membahana itu?

      Hapus
    15. Tole joni, 1 periode sudah cukup.
      Tp memang pernah terjadi di Indonesia pengangkatan presiden seumur hidup pd tanggal 15 mei 1963, sinau le ben pinter

      Hapus
    16. @joni antipolisi, lah iya sampeyan buta karena cinta berlebihan. Jawabannya simpel kenapa isu PKI selalu munculnya cm pas jaman Mega dan Jokowi, karena PDI-P sebagai partai penguasa pada zaman kedua rejim itu merangkul pentolan2 sosialis dan komunis, kl PDI-P lg berkuasa kaum kiri diberi ruang dan bahkan dilindungi. Lah itu contohnya di kasus ribut2 di kantor LBH. Knp di jaman rezim selain Mega dan Jokowi isu PKI tidak muncul? Ya karena kl PDI-P tidak lg berkuasa memang kaum sosialis dan komunis tidak diberi ruang. Tidak ada asap kalau tidak ada api bung!

      Hapus
    17. Masih pada ngimpi disiang bolong.

      Hapus
    18. Tapi ada benernya juga ding pki bangkit. Ini ada video buktinya

      https://m.youtube.com/watch?v=hM4e7Na3ULI

      Waspadalah

      Hapus
    19. @joni

      Kalo yang ini gimana brur...hti diijinkan berdiri 2014, pas diujung periode kedua pemerintahan sby.

      Apa ndak sengaja nanam bom waktu buat pemerintahan selanjutnya...

      Hapus
    20. @smiling

      Hti jaman sby memang cenderung dilepas. Akhirnya lambat laun mereka mendapatkan momentum utk unjuk kekuatan di jaman jokowi. Apalagi setelah pks (yg scr ideologi mirip2 hti) gak dapet kursi kabinet secara gotong royong bikin kisruh indonesia bareng hti.

      Ditambah lg petualang2 politik dg baju agama macem rijik ikut nimbrung. Jd deh tuh ide khilafah didorong utk menggantikan pancasila.

      Saya org islam tp ogah kalo negara kita dibikin jd khilafah. Liat tuh contoh negara khilafah yg mau dibikin isis di suriah & irak.

      Pokok e khilafah & pki gebug kalo muncul. Tunjuk hidung dan bawa buktinya. Gak usah digoreng kanan kiri. Kita makan nasi enggak gorengan tauk.

      Hapus
    21. Untuk melihat PKI tentunya tidak akan ada yang bilang 'saya Indonesia saya PKI' tapi bisa dilihat dari tanda" nya

      #Revolusi mental
      di Indonesia, istilah ini mulai dipakai tokoh PKI Ahmad Aidit, anak dari Abdullah Aidit, yang mengganti namanya menjadi Dipa Nusantara Aidit alias DN Aidit, sekarang ada yang memakai istilah ini lagi.

      #Pemasangan foto tokoh PKI, DN. Aidit di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta dlm bentuk kolase bersama dengan tokoh pahlawan nasional

      #Adanya usulan pembubaran Kodim dan Koramil oleh simpasitan PKI milenia. Hal ini untuk menjauhkan kekuatan utama NKRI yaitu TNI dengan raktat.

      #Adanya pembubaran ormas islam
      (dulu tahun 1965 partai islam Murba dibubarkan, walau sekarang tdk ada partai yang dibubarkn tapi perpu ormas yang hari ini dibahas DPR juga kontroversial)

      #Tahun 1964 DN Aidit mengeluarkan buku 'Membela Pantjasila = Membela Pancasila. Tapi kelakuanya justru mengkhianati Pancasila. PKI berusaha membenturkan Islam dengan Pancasila padahal yang bertentangan sebenarnya adalah komunis.

      Dan lain"

      Hapus
    22. Sak karepmu lah. Kono pki nek wis bangkit untalen dewe. Ojo lali nganggo lalapan genjer eaaa...

      Hapus
    23. Tole joni sudah mengakui bhw dia seorang kecebong (inilah contoh jokower sejati, bravo) kata"mu adalah inspirasi.

      Hapus
    24. Genjer-genjer saiki wis digawa mulih...

      Hapus
    25. Aku yow pengen nguntal PKI...nek PKIne bangkit...nek iso bagaian NDAS!!..

      Hapus
    26. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    27. Si @joni antipolisi kebanyakan baca media corong propaganda cebong macam Seword, Deni Siregar, dsb makanya jadi kecuci otaknya..

      Hapus
    28. Si @nyubitol kakus kebanyakan baca media corong propaganda prabowoer macam pks payungan, jonru, nanik kejang2 dsb makanya jadi kecuci otaknya..

      Hapus
    29. Opo iku "nanik kejang-kejang", xixixixi...aku kok rung tau weruh bro joni?

      Hapus
    30. @smiling

      Nanik sudaryati kuwi lho bro. Konco kenthel e prabowo. Coba cek nang fb. Dadi rujukan panasbung.

      Hapus
    31. @joni antipolisi, halah cm bisa balik-balikin omongan, nggak kreatif. Di pilpres kemaren sy nggak nyoblos Prabowo, tapi sy hapal sama karakter cebong yg mendewakan baginda Jokowi seolah tanpa cela. Dunia bukan cuma hitam atau putih bung, bukan cuma nasbung atau nastak isinya. Seseorang yg bukan pecinta Jokowi, tidak otomatis lantas pasti pecinta Prabowo. Jangan terlalu naif lah kayak anak SMP, cuma melihat dunia seakan cuma hitam atau putih.

      Hapus
  5. top markotop dha ...smg waktu dekat rbs 23 bamse jg diakuisi tni ad

    BalasHapus
  6. MANTAP 2 BATREI HARGANYA 9 JUTA DOLAR...101 JADI 20 BATREI WOOOOOOW..MANTAAAF

    BalasHapus
    Balasan
    1. mimin salah tulis tuch om ucup.

      aselinya lituania itu beli 2 batere
      $109jt, bkn 9jt. ktinggalan cepeknya haha!

      nich liat aza,
      http://www.janes.com/article/64881/lithuania-and-norway-agree-nasams-deal

      Hapus
  7. BISA MASUK NAUTNA SEBAGIAN NIH...LB...LB..LB

    BalasHapus
  8. Syukurlah, user mikir realistis.
    Tetep pilih NASAMS daripada trio china itu.
    Padahal sales china kalo nawari jangka waktu kreditnya gila-gilaan...hihihi...:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi dulu pernah loh bung Forumer sebelah bully TNI gara2 kita sempet beli senjata yg melempem pas ditembakkan di depan presiden ? Di bilang TNI cuma bisa beli buatan China karena duitnya dikit... infonya denger2 skrg militer di negaranya malah pesen kapal perang china... hikss.. eat your own words.. kasian forumernya jadi pengen malu..

      Hapus
    2. Jangan sampai terjerembab pada lubang yang sama.
      Pengalaman memang guru terbaik. Semoga bisa ambil pelajaran jg dari mbuletnya SU-35. Jangan menerapkan pilot project pada hal yang sifatnya URGENT, bisa bikin user menggerutu. Hihihi... :D

      Hapus
    3. Padahal yang HQ16 lumayan kok,..
      Untuk case c705 kesalahan belum tentu di rudalnya 😛

      Hapus
    4. @ zaka...lumayan gimana zaka...lumayan murahnya pa lumayan macetnya

      Hapus
    5. Zaka,
      Masalahnya, user yang ini butuh yang TERBAIK dikelasnya, bukan yang LUMAYAN..
      Buat obvit ibu kota, ga ambil resiko lah :p

      Hapus
    6. @ Zaka dengan kondisi kita ada masalah dgn China ttg Natuna maka sebaiknya utk sistem pertahanan udara jarak menengah kita TIDAK mengambil barang buatan China. Sampeyan yakin kl terjadi konflik dgn China maka sistem SAM jarak menengah buatan China bakal efektif menangkal pespur2 China? Mereka pasti punya antidote utk sistem alutsista buatan mereka sendiri.

      Hapus
    7. Ruly@ coba aja browsing peknya..
      Kan ane sudah bilang..belum tentu yang kmrin itu masalah di rudal?
      Emang sudah ada rilis resmi itu karena rudalnya yang bermasalah?
      Setan@terbaik dalam hal apa?
      Nyubitol@ ane berbicara secara teknis bukan politis..

      Hapus
    8. @ Zaka utk pembelian alutsista tidak pernah bisa melupakan faktor politis. Contohnya, itu kita beli Su-27 Flanker kenapa coba? Bukan faktor teknis yg utama, tapi faktor politis karena kita trauma F-16 dan Hawk kita diembargo oleh Barat karena kasus Timtim di zaman itu.

      Hapus
    9. Nyubi@ siapa yang nyuruh beli...?
      ,saya hanya bilang HQ16 lumayan bagus

      Hapus
  9. Alhamdulillah berarti memang jalan terang untuk S family di mef 2 terbuka nih.ada yg mau nazar bugil...? 😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mef-2 ya nglengkapin nasam buat kosek kohanudnas yang lain...bukan beli s family mas, xixixix (cian deh)

      Hapus
    2. Mef-2 ya nglengkapin nasam buat kosek kohanudnas yang lain...bukan beli s family mas, xixixix (cian deh)

      Hapus
    3. Bukan S family, untuk long range kemungkinan THAAD atau Patriot.. Gitu kan om Doni

      Hapus
  10. ....hanya 1 kata....MANTAAFFF!!...

    BalasHapus
  11. Arhanud juga tidak mau kalah dong akuisisi medium range BAMSE ( swedia ) kecepatan mach 3, semoga aja cepet ada rilis resmiy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, bener kan...mas doni ini @basith yang suka nongkrong di indomaret...?

      Hapus
    2. Lah lah om knp nama saya disebut??
      Saya suka nongkrong di Indomilk wkwkwkwk

      Hapus
    3. @sebastian

      Habisssss....keponya (sama ayam jago) mirip bang doni siy, xixixi.

      #aku juga sering nongkrong disana kok

      Hapus
    4. @sebastian

      Habisssss....keponya (sama ayam jago) mirip bang doni siy, xixixi.

      #aku juga sering nongkrong disana kok

      Hapus
  12. Barusan liat lagi Apache terbang tandem dengan Mi35 dgn bendera RI di ekor. Ahh ternyata betul yg dibilang bung SRG, disimpan di seputaran pelabuhan Ciwandan... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo bendera y di ekor berarti apache y punya tni ad, x itu juga

      Hapus
    2. Ternyata bung superstar lihat juga,Siiip......

      Hapus
  13. Aahh nipu nh..beneran ada??koq kata warung disebelah apache ga bsa ikut parade kali ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di berita cnn malah apache ikut juga parade

      Hapus
  14. Balasan
    1. Eh ada om nenggolo bolo wowo

      Hapus
    2. Wih..ada tole joni.. Kenapa kog antipolisi jon

      Hapus
    3. Jadi bangkit gak nih pki ?

      Hapus
    4. PKI itu dagangan ora payu mas... yg laku sekarang dagangan Sukhoi dan S400 :-)

      Hapus
    5. PKI itu dagangan ora payu mas... yg laku sekarang dagangan Sukhoi dan S400 :-)

      Hapus
    6. Kalo bolodewo sampe 2017 masih jualan pki mas hehehe... entahlah payu po ora kuwi

      Hapus
    7. PKI tu bahaya laten bro, tidak ada salahnya belajar sejarah

      Hapus
    8. Iy betul sampean mas nb,waspada itu harus karena semua sadar pki kemungkinannya bangkit kecil tapi bahaya laten y itu yang harus di waspadai berkamuflase

      Hapus
  15. Pls info dong rudal aim120c dan aim9x yg dibeli bukannya utk pesawat f16 ex US ?

    BalasHapus
  16. aku px fto black hawk lg nimbrung satu biji pinjeman us army tp sayang g bs dupload ...hehehe

    BalasHapus
  17. Mudah2an pas hari H ada team aerobatik helicopter Pegasus yg ikutan tampil.

    https://m.detik.com/news/foto-news/d-3668533/ketika-prajurit-tni-unjuk-gigi-di-hari-jadi-ke-72

    BalasHapus
  18. Mudah2an sinyal dari US Army ini jadi pertanda masa depan cerah Medium Tank, kalo versi jenderalnya "In future war type we need more medium tanks (which we dont have) where M1 Abrams cannot Go"... https://breakingdefense.com/2016/08/big-guns-for-light-infantry-mobile-protected-firepower/

    BalasHapus
  19. Masih menunggu SU 35. Bener Ryamizard atau bener Wiranto

    BalasHapus
  20. Paul mana paul bagio...akan matamu suwek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Paul baggio lg e'ek di bilik termenung kerana iri hati Wkwkwk

      Hapus
    2. Paul baggio mau bilang akan dalam 5 menit lagi

      Hapus
  21. Pada senang semua,padahal masih ada yang kurang kalau mau di sebut hanud jarak sedang apa enggak
    nassam II itu bisa di sebut hanud jarak sedang atau hanud jarak pendek...
    Hihihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lumayanlah daripada gakda..daripada startreak

      Hapus
    2. Wa mending startreak 😛

      Hapus
    3. Mending gimana...startreak jangkauan cuma 7 km...warhead 1 kg..aim 120 a/b saja jangkauan minimal 30 km...taruhlah karena didarat jangkaan jadi sepertiganya masih 10 km...warhead 22kg...kalo kecepatan masih menang startreak emang...tapi aim 120 juga suda mach 4...terus mendingnya dimana

      Hapus
    4. AIM 120 yg kita beli itu versi C7 dgn jarak maksimum 105 km pada air-to-air engagement. Anggaplah kl dipake dalam mode surface-to-air jarak jangkauannya melorot sampai sepertiganya (worst case), masih dapat 30 km lebih, ya jauh lebih bagus daripada SHORAD kita yg lainnya.

      Hapus
    5. AIM 120 yg kita beli itu versi C7 dgn jarak maksimum 105 km pada air-to-air engagement. Anggaplah kl dipake dalam mode surface-to-air jarak jangkauannya melorot sampai sepertiganya (worst case), masih dapat 30 km lebih, ya jauh lebih bagus daripada SHORAD kita yg lainnya.

      Hapus
    6. Iya bung nyubitol...jadi mendingnya dimana bung zaka

      Hapus
    7. Ruly@ emang sudah kita sudah beli rudalnya?
      Emang di kasih sama US beli AIM 120 ?
      Gimana kalau di kasih cuman aim9 sidewinder doang sama US.?
      Gak jadi medium sam lagi dong tapi shorad...hihihihi
      Nubitol@ tolong kasih link dong kalau kita sudah beli AIM120?

      Hapus
    8. Ruly@ startreak 7km 3,5 mach
      Aim9 sidewinder 18km kalau dari darat melorot jadi sepertiganya jadi 6km 2,5 mach
      Sekarang ane tanyak sama ente mending mana?
      Hihihihi

      Hapus
    9. @zaka...ini link pembeliannya https://m.antaranews.com/berita/549647/indonesia-dapat-izin-beli-36-unit-peluru-kendali-aim-120c-7-amraam

      Hapus
    10. https://www.jejaktapak.com/2016/03/11/as-setuju-jual-36-rudal-aim-120c-7-amraam-ke-indonesia/

      Hapus
    11. https://m.detik.com/news/berita/3169514/beli-rudal-amraams-rp-12-t-menhan-ini-bentuk-konkret-perkuat-pertahanan

      Hapus
    12. http://klikkabar.com/2016/03/25/keren-tni-akan-segera-miliki-rudal-canggih-buatan-amerika-ini/

      Hapus
    13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    14. Ruly@Coba yang rilis DSCA... Dong kalau kita memang beli?hihihihi
      Seharusnya kalau kita AIM120 disitu kan pasti di ada disana

      Hapus
    15. http://www.dsca.mil/major-arms-sales/indonesia-aim-120c-7-advanced-medium-range-air-air-missiles-amraams

      Hapus
    16. @zaka...gimana...masih lebih bagus startreak dari nasams ??

      Hapus
    17. Ruly@
      WASHINGTON, Mar. 10, 2016 - The State Department has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to Indonesia for AIM-120C-7 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missiles (AMRAAMs), equipment, training, and logistics support. The estimated cost is $95 million. The Defense Security Cooperation Agency delivered the required certification notifying Congress of this possible sale on March 9, 2016.

      The Government of Indonesia has requested a possible sale of thirty-six (36) AIM-120C-7 AMRAAMs and one (1) Missile Guidance Section. Also included in this possible sale are; control section support equipment, spare parts, services, logistics, technical contractor engineering and technical support, loading adaptors, technical publications, familiarization training, test equipment, and other related elements. The total estimated value of MDE is $80 million. The overall total estimated value is $95 million.

      This proposed sale contributes to the foreign policy and national security of the United States by helping to improve the security of a key partner that has been, and continues to be, an important force for political stability and economic progress in the Asia-Pacific region.

      The proposed sale improves Indonesia’s capability to deter regional threats and strengthen its homeland defense. Indonesia is able to absorb this additional equipment and support into its armed forces.

      The proposed sale of this equipment and support does not alter the basic military balance in the region.

      The prime contractor will be determined by competition. There are no known offset agreements proposed in connection with this potential sale.

      Implementation of this proposed sale will not require the assignment of any U.S. Government or contractor representatives to Indonesia.

      There will be no adverse impact on U.S. defense readiness as a result of this proposed sale.

      This notice of a potential sale is required by law and does not mean the sale has been concluded.

      All questions regarding this proposed Foreign Military Sale should be directed to the State Department's Bureau of Political Military Affairs, Office of Congressional and Public Affairs, pm-cpa@state.gov.
      Tolong tunjukkan sebelah mana kongres US sudah menyetujui penjualan AIM120 ke indonesia?
      Yang ada kita masih mengajukan..

      Hapus
    18. Ruly@nasamsII kalau cuman pakai 9X
      Gimana? Masih mau di sebut medium sam?
      Ane bersyukur kalau beli AIM120
      Tapi kalau duit sementara cuman cukup buat beli 9x mau apa lagi?
      Ea tabah sampai akhir...

      Hapus
    19. The State Department has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to Indonesia for AIM-120C-7 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missiles (AMRAAMs), equipment, training, and logistics support. The estimated cost is $95 million. Ini artinya apa ?? Dan itu 2016 aprovenya.

      Hapus
    20. The State Department has made a determination approving a possible Foreign Military Sale to Indonesia for AIM-120C-7 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missiles (AMRAAMs), equipment, training, and logistics support. The estimated cost is $95 million. Ini artinya apa ?? Dan itu 2016 aprovenya.

      Hapus
    21. @ Zaka terlalu sibuk ngeyel sampe lupa ngebaca rilis DSCA yg dia tunjukin sendiri, bahwa di rilis tsb disebutkan bahwa Amerika sudah approve keinginan kita utk beli AMRAAM 120C-7

      AIM 120 versi awal udah nggak diproduksi kaleee. Sekarang udah jaman BVR dan AMRAAM jg dikenal sebagai rudal BVR. Ngapain produsennya masih bikin versi awal yg jangkauannya cuma 18 km?

      Hapus
    22. Ruly@
      Kalau sudah deal knp masih ada kata2 ini?
      The proposed sale of this equipment and support does not alter the basic military balance in the region.

      The prime contractor will be determined by competition. There are no known offset agreements proposed in connection with this potential sale.

      Hapus
    23. Ruly@
      The prime contractor will be determined by competition. There are no known offset agreements proposed in connection with this potential sale.

      Implementation of this proposed sale will not require the assignment of any U.S. Government or contractor representatives to Indonesia.
      Kalau sudah deal kok masih menentukan kontraktorya?

      Hapus
    24. Ruly@ yang paling penting ujung kalimat ini
      There will be no adverse impact on U.S. defense readiness as a result of this proposed sale.

      This notice of a potential sale is required by law and does not mean the sale has been concluded.

      All questions regarding this proposed Foreign Military Sale should be directed to the State Department's Bureau of Political Military Affairs, Office of Congressional and Public Affairs, pm-cpa@state.gov.
      Ente kalau baca jangan sepotong2
      Tapi semua dari atas sampai bawah

      Hapus
    25. Nyubitol@ yang mana yang sudah aprove? Kalau udah approve kenapa ada kata2 ini??

      This notice of a potential sale is required by law and does not mean the sale has been concluded.

      All questions regarding this proposed Foreign Military Sale should be directed to the State Department's Bureau of Political Military Affairs, Office of Congressional and Public Affairs, pm-cpa@state.gov.

      Hapus
    26. Nyubitol? Pertanyaan saya emang 9X amraam??

      Hapus
    27. @ zaka...okelah kalo nurut kamu baru pesen...sekrang kalo boleh tau...ada gak di situs dsca yang nyebutin pembelian sidewinder kita di aproved ??

      Hapus
    28. http://www.dsca.mil/major-arms-sales/indonesia-aim-9x-2-sidewinder-missiles...tahun 2015...kata2nya sama persis dengan yang amramm...berarti ini pesan juga ?? Belum di aprove ?? Belum datang ke indonesia ??

      Hapus
    29. Diatas juga disebutin kita punya 36 amramm...tanya admin juga dong sumbernya darimana...adminnnn

      Hapus
    30. Ruly@ siapa yang bilang kalau sudah beli 9x?
      Apa ada tulisan saya yang menyatakan pembelian 9x sudah di di acc kongres US..

      Hapus
    31. Ruly@nasamsII kalau cuman pakai 9X
      Gimana? Masih mau di sebut medium sam?
      Ane bersyukur kalau beli AIM120
      Tapi kalau duit sementara cuman cukup buat beli 9x mau apa lagi?
      Ea tabah sampai akhir...ini maksudnya apa ?? Belum beli juga ?? Terus nasamsnya di isi apa ?? Terus nurut kamu artikel diatas bohong berarti....nyebutin tni punya amramm dan sidewinder

      Hapus
    32. Ruly@ lahh itu apa ada kata2 beli?
      Maksudx ane untuk beli aim120 selain duit ea harus izin kongres US,selain itu kita harus liat kantong juga cukup duit beli?
      Artikel yang mana?
      Saya lebih percaya sama rilis DSCA,..rilis resmi pemerintah US
      dari pada artikel dari sini

      Hapus
    33. Aneh...gak percaya artikel...kok masih nongkrong dimari ?? Terus kok gak protes ke admin...kita yang komen diprotes padahal jelas2 adminnya yang bilang kalo tni udah punya amramm n sidewinder...satu hal lagi yang gak masuk diakal...tni beli nasams tapi gakda rudalnya ?? Mau diisi apa ?? Kosongan...buat pameran ??

      Hapus
    34. @zaka...liat duit pemerintah cukup ?? Kita loh yang ngajuin pembelian bukan mereka...artinya duitnya adalah...entah skema cash or credit...The Government of Indonesia has requested a possible sale of thirty-six (36) AIM-120C-7 AMRAAMs and one (1) Missile Guidance Section. Also included in this possible sale are; control section support equipment, spare parts, services, logistics, technical contractor engineering and technical support, loading adaptors, technical publications, familiarization training, test equipment, and other related elements. The total estimated value of MDE is $80 million. The overall total estimated value is $95 million

      Hapus
    35. Ruly@ ea liat nanti rilis DSCA,kalau berurusan sama US gak cuman harus ada duit,sesuai yang saya bilang di atas harus acc kongres dulu...

      Hapus
    36. @zaka...coba baca di dsca..http://www.dsca.mil/major-arms-sales/archives...semua kata2nya sama dengan pengajuan indonesia...seluruh dunia...kamu bisa tunjukin di situs dsca kalo pembeliannya sudah di aprove kongres..baik indonesia maupun negara lainnya

      Hapus
    37. @zaka...aku penasaran model aprovementnya seperti apa dari kongress usa karena semua model aprovement di dsca sama seperti amraamm n sidewinder indonesia

      Hapus
    38. @zaka...bisa kamu tunjukin model aprovemnetnya seperti apa selain model di atas ?? Karena aku baca baik indonesia maupun negara lain modelnya sama dengan yang aku tunjukin diatas

      Hapus
    39. @zaka...mana ??????????????

      Hapus
  22. Nah kan beneran 4 unit Apache ??? Persis yg saya lihat bbrp hari lalu... yeaahhhh... !!!! Ada yg lihat paul "akan" baggio ? Katanya lg bikin status mau beli tissue yg banyak di supermarket terdekat ?

    https://jakartagreater.com/daftar-alutsista-yang-tampil-di-hut-tni-2017/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak sempat beli tissue dia bang...udah mewek aja di bilik termenung paul...paul baggio bloon

      Hapus
    2. Superstar,
      Saran : gak papa baca 'jakartagreater' tapi jangan dijadikan sumber terpercaya.
      Yang lama di formil pasti tau mengapa. :p

      Hapus
    3. Di formil pakai sumber JKGR bata melayang

      Hapus
  23. tanda tangan kontrak nasam itu bulan juni

    BalasHapus
  24. USD101 juta : USD 9 jt= 11,11×2=22 batrei,berarti misal 1 titik 1 batrei berarti ada 22 titik yg akan diamankan TNI AU,mungkinkah 22 lanud?...22 ska?..yg aman tiap titik 2 batrei..jadi ada 11 lanud..berarti ada 11 lanud yg berisi alat2 strategis..ntah yg benar yg mana...hehhehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. mimin salah tulis tuch om jendral.

      aselinya lituania itu beli 2 batere
      $109jt, bkn 9jt. ktinggalan cepeknya haha!

      nich liat aza,
      http://www.janes.com/article/64881/lithuania-and-norway-agree-nasams-deal

      jd kita py 2 batre aja. mayanlah drpd gak py haha!

      Hapus
  25. Nassams nya dikit gak apa2 mas yang penting beli... begitupun Apachenya.. biarpun misalnya kita pinjem dulu 4 unit dari amrik buat acara nanti yg penting kita udah beli dan bukan akan, tinggal nunggu delivery nya saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat parade pun pinjam ke..kah kah kah..

      Hapus
    2. Hahahahaha liat besok mas.. kalo ada bendera merah putihnya berarti punya TNI kalo masih bendera amerika berarti dipinjemin... kan november idealnya datengnya mas which is 1 bulan dr skrg :-)

      Malaysia gimana mas ? Katanya gak dikasih hibah sama jepun ya warisan kapal dan pesawat ? Mesakno tenan mas....

      Hapus
    3. @dein...karena kita pesan belum jadi...kalo udah jadi ngapain pinjem...sirik aja lu lon

      Hapus
    4. @dein...https://www.jejaktapak.com/2017/10/04/kejutan-manis-4-apache-dipastikan-tampil-dalam-parade-hut-ke-72-tni/...baca link ini lon...jangan asal ngablak aja mulutmu...bau jamban

      Hapus
  26. Sebaiknya selain membeli alutsita dari luar kita juga diberi transfer ilmu sehingga mampu juga utk memproduksi sendiri... Nice blog !
    Obat Alami 69

    BalasHapus