07 November 2017

BAE Systems Positions Type 31 Frigate for Thailand

07 November 2017


Concept of Type 31 frigates (photo : BAE Systems)

BAE Systems is positioning its Type 31 multipurpose frigate to meet potential opportunities in the Royal Thai Navy (RTN) for additional surface combatants.

A spokesperson for the company told Jane’s on 6 November at the Defence & Security 2017 show in Bangkok that, if selected to fulfil requirements, BAE Systems would offer to build the Type 31 frigate in partnership with local industry.

The RTN ordered one light frigate from South Korea’s Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) in 2013 at a cost of about USD400 million. This 122 m vessel is being built in South Korea and is scheduled to be delivered to the RTN in August 2018.

(Jane's)

33 komentar:

  1. Kalo kaprang buatan inggris desainnya keliatan ga serapih dibanding rancangan belanda dan perancis...kebanyakan antene sama tiang2nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inggris adalah raja lautan dari dulu, tak satupun negara yg pernah menembus pertahanan lautnya Inggris, AS mungkin bisa tapi tak akan dilakukan karena mereka keburu jadi sekutu,
      mungkin buatan Damen lebih fasionable, tapi buatan Inggris lebih smart..

      Hapus
    2. Tower yang rumit karena banyak fungsi awarenes,alkom,radar pencari & ECM yg rumit pak.

      Kalo towernya polos/rapi apakah sebanding dengan fungsi diatas?

      Kecuali polosnya macam Zumwalt ya, jangan ditanya.

      Hwihihihi.... :D

      Hapus
    3. Biar kekinian jadi basic stealth ship mas @PS

      Ship Jaman Now...hehehehehe

      Hapus
    4. Sik, sik, tak mikir sik bro...

      Hapus
  2. "
    The RTN ordered one light frigate from South Korea’s Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) in 2013 at a cost of about USD400 million".
    =======////========

    Dimari US220 million dapet 2 ekor barang Damen.

    Pikir & bandingkan sendiri yaaak.

    Hwihihihihi... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Woww mahal sekali brow,jom songlap kale brow Wkwkwk

      Hapus
    2. $220jt itu hrg per hull pkr om ps, ane uda jelasin disini kuo:

      https://defense-studies.blogspot.com/2017/10/fregat-pkr-ke-2-akhir-bulan-ini.html?showComment=1508571311450#c3518468770371366596

      Hapus
    3. Om palu,apa harga 400 juta dollar US ini hanya harga hull sahaje,tdk termasuk weapon,radar,missile om

      Hapus
    4. kemaren pas hut tni di merak, guwe naek pkr trs lihat ada papan nempel di sekoci,

      disitu tertulis, kri rem 331, dibeli dengan uang rakyat pada tahun 2014 sebesar rp 3,564 T

      kalo guwe bagi dgn kurs hr ini sekitar $264jt. artinya bner kapal ini dibeli hull ajah, alias kosongan $220jt(kurs skr= rp 2,97T)

      sisanya adalah penambahan senjata otmel & terma & denel.

      artinya sesuai sipri bkn supri kita pembelian senjata terpisah😀😀😀

      Hapus
    5. ato begini..

      Sigma pkr 10514, harga $220jt kosongan alias fbnw.

      marikita bandingin ama maroko yg beli 3 sigma lengkap senjata $1,2 B utk 3 kapal, masing 2 9813& 1 10513, kalo dipukul rata $400jt/sigma. asumsi hrg maroko termasuk senjate.

      maka kita liat bedanya dgn tentengan sigma pkr dan ukuran hull.
      menurut teman2 harga pkr seharusnya lbh hrg bersahabat ato bakalan lbh mahal dari maroko. kerna kita py senjata ada yg beda. mnurut kalian gimana? hrsnya lbh mehong dgn adanya tot & ciws millenium gun😎. ato malah lbh murah kerna bikinnya lbh banyak, walo ada tot. bingungken😙😙😙haha!


      kalo patokannya maroko, maka utk melengkapi persenjataannya masi butuh dana, $400jt-220jt=$ 180jt-otmel=??

      Hapus
    6. om pit, yg guwe gak tau. kapal seharga 14,600 million baht, gak dijelaskan apakah terpisah ato termasuk.

      tp kalo cmn hull doank, mehong bingit keles haha!🤑🤑🤑

      mendingan iver yeeaaahhh👍👍👍

      Hapus
    7. Mas PG,

      Hihihi...
      Makanya saya bilang 'Pikir & bandingkan sendiri', biar teman-teman (yg masih mau berpikir sehat), tergerak sendiri...

      Kalo gak mau yaaa...silahken turuti nafsunya masing-masing.

      Hwihihihi....

      Hapus
  3. tak apa... kami negara yg biasa2...Bukan tandinhan negara yg tahapnya MENDUNIA®

    BalasHapus
  4. Jom songlap untuk mat rempit..bisa tambah buat kfx,pkr dan baterai baru buat nagapasa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tabahkanlah hatimu nak,terimalah kenyataan ini...salam budget kecik di bagi 5 nak

      Hapus
  5. Ialah bajetnya besar seperti kepala keretapi...tapi belinya hutang... duit minyak pun belom jelas masih hutang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ingat bro negara siapa yg banyak utang,sering2 banyak baca...utang malaysia terhadap PDB sudah hampir 57% berbanding utang indonesia terhadap PDB cuma 28%,200 peratus hutang malaysia berbanding indonesia

      Hapus
    2. Bro..ganti baterainya...wkwkwk

      Hapus
    3. Apela ckp takde fakta. Hutang Malaysia 200% mane dapat?

      Nah ini linknya
      https://en.m.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_external_debt

      Ini fakta.

      Hapus
    4. Maksutnya mungkin 2x lipat persennya mas.

      Selama hutangnya positif dan yakin bisa balikin kayak jepang dan usa bisa jadi hal yg baik. Kecuali bila negara salah urus.. misal suatu negara spt venezuela yg hampir total pendapatannya didapat dari minyak, saat harga minyak jeblok maka dipastikan hutangnya dalam kode bahaya karena dia gak punya sumber pendapatan untuk bayar hutang selain minyak.

      Ini parameter kalau diambil dari ilmu standar ekonomi text book :

      "In economics, the debt-to-GDP ratio is theratio between a country's government debt (a cumulative amount) and its gross domestic product (GDP) (measured in years). A low debt-to-GDP ratio indicates an economy that produces and sells goods and services sufficient to pay back debts without incurring further debt"

      Hapus
    5. Total Debt sependek yg saya tahu biasanya gabungan external debt dan public debt. Kalau bandingin Indonesia dan Malaysia maka secara angka memang lebih mengkhawatirkan Malaysia apalagi bila Minyak jadi pendapatan utama... Indonesia bukan penghasil minyak malah kita seringnya import karena kebutuhan BBM tinggi dan sumber pendapatan dari minyak lebih merata dgn sumber lain spt gas alam, coal, jasa, pariwisata dll. Saya yakin Malaysia pasti ada pendapatan selain Minyak yg akan menolong perekonomian negara ini... jasa atau construction atau pariwisata bisa jadi nilai plus saat harga minyak drop bbrp tahun terakhir.

      External Debt againts GDP :
      - Indonesia 34 % of GDP
      - Malaysia 75 % of GDP

      Public Debt vs GDP :
      - Indonesia 24 % of GDP
      - Malaysia 55 % of GDP

      Sejatinya kedua negara sama2 banyak Hutang... tinggal strategi pemerintahan masing2 supaya bisa lepas dari jeratan hutang yg semakin tahun semakin menjerat.

      Cmiiw

      Hapus
    6. Superstar@ kl hutang lebih dari 50% alamat cawat sahaje yg boleh di beli Wkwkwk

      Hapus
    7. salam satu baterai.... jangan lupa pake powerbank ye..keh keh keh

      Hapus
    8. Superstar, anda berbicara secara ilmiah. Bagus. Keep up the good work. Dont be like others.

      Btw sumber pendapatan Malaysia adalah dari berbagai sumber. Namun begitu kebergantungan kepada sumber minyak lebih tinggi daripada yang lain seperti anda katakan. Oleh itu, kami jugak sedang memperkuat dari aspek lain supaya kebergantungan kepada sumber minyak dapat dikurangkan.

      Anyways selamat maju jaya kepada Indonesia

      Hapus