13 Desember 2017

TUDM Nilai Aset Pesawat MPA dan UAV, 
Tingkat Keupayaan

13 Desember 2017


Airbus C-295 MPA (image : AirbusMilitary)

IPOH  – Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) sedang membuat penilaian untuk menentukan empat unit pesawat Maritime Patrol Aircraft (MPA) yang sesuai bagi meningkat keupayaan pasukan tersebut pada masa depan.

Panglima Tentera Udara, Je­neral Tan Sri Affendi Buang berkata, empat pesawat tersebut merupakan aset terbaharu yang telah diluluskan kerajaan kepada TUDM pada pembentangan Bajet 2018, Oktober lalu.

Selain itu kata Affendi, pihak­nya juga sedang melihat keupayaan lain yang relevan melibatkan pembangunan pesawat tanpa pemandu (UAV) sebagai langkah persediaan menghadapi ancaman baharu di masa hadapan.

“Pada masa yang sama, TUDM juga dalam perjalanan untuk memperkuat dan memperkasakan lagi keupayaan kita dengan peralatan yang konvensional dan bukan konvensional.

“Ini adalah untuk menentukan kita benar-benar bersedia untuk menghadapi sebarang ancaman tidak kira pada masa sekarang dan juga masa hadapan, selain memastikan keupayaan kita sentiasa setaraf dengan keupayaan negara serantau yang lain,” katanya.

Beliau berkata demikian dalam sidang akhbar selepas menyempurnakan perbarisan tamat latihan perajurit muda TUDM Siri 57/2017 di padang kawad Akademi Tentera Uda­ra (ATU) di sini hari ini.

Seramai 285 pelatih berjaya menamatkan latihan yang diadakan selama 22 minggu bermula 1 Julai sehingga 31 Disember itu.

(Utusan)

Australia has Agreed to Sell 18 F/A-18 A/B Classic Hornets to Canada

13 Desmber 2017


RAAF F/A-18A/B Hornet (photo : wiki)

Sale of Australian Classic Hornets to Canada

Minister for Defence, Senator the Hon Marise Payne, today announced the Government has agreed to the sale of 18 Royal Australian Air Force F/A-18 A/B Classic Hornets to the Government of Canada. 

The offer follows an expression of interest from the Canadian Government received in September. The sale of the aircraft and associated spares remains subject to final negotiations and Country of Origin export approvals.

Defence plans to withdraw its fleet of F/A-18A/B Classic Hornets from service by 2022, which will be progressively replaced by the F-35A Joint Strike Fighter, Australia's new fifth-generation air combat capability.

Minister Payne spoke with her  Canadian counterpart, Minister for National Defence Harjit Sajjan, to welcome the sale.

“Australia greatly values our longstanding and broad bilateral defence relationship with Canada, and this decision is another example of our close and strong partnership,” Minister Payne said.

“The aircraft will supplement Canada’s existing fleet as it develops and implements its plan to replace the Royal Canadian Air Force fighter jet fleet.

Transfer of the first two aircraft is expected to occur from the first half of 2019, in line with the current plan to transition to the Joint Strike Fighter.

Australia’s first two Joint Strike Fighters are expected to arrive in Australia at the end of 2018.

(Aus DoD)

TNI AU Terapkan Kebijakan Penggelaran “No Area Left with No Air Cover”

13 Desember 2017


TNI AU rencananya akan menambah skadron tempur dari tipe pesawat yang sudah dimiliki sebelumnya (image : Lockheed Martin)

TNI AU Gelar Kekuatan di Pangkalan Terdepan

TNI AU. Kasau Marsekal TNI Hjadi Tjahjanto S.IP menyatakan, TNI AU akan mengubah pola gelar kekuatan tempur . Pola gelar yang selama ini terpusat di wilayah tertentu, diperbarui dengan kebijakan menempatkan satu flight pesawat tempur di beberapa pangkalan udara terdepan. Dengan pola gelar tersebut diharapkan TNI AU dapat mewujudkan konsep “No Area left with no air cover” (tidak ada wilayah dibiarkan tanpa perlindungan udara).

“Saat ini sedang digelar satu flight pesawat T-50i Golden Eagle di Kupang. Kedepan juga akan di gelar unsur-unsur pesawat tempur di Pangkalan terdepan lainnya”. Kata Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP., dalam pembekalannya kepada 105 Pasis Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) Angkatan 102  di ksatrian Sekkau, Halim Perdanakusuma, Selasa (12/12). Sekkau Angkatan 102 diikuti 101 TNI AU,  tiga Pasis diantaranya Wara, lima Pasis TNI AU di luar negri, serta dua Pasis TNI AD dan dua Pasis TNI AL.

Kasau optimis kebijakan dan strategi tersebut dapat dilaksanakan mengingat kondisi kesiapan pesawat mencapai  100% demikian juga kesiapan pesawat helikopter yang tinggi untuk misi SAR,  akan mendukung penempatan pesawat tempur di beberapa pangkalan udara terdepan.  Bila hal ini dikaitkan dengan kebijakan pemerintah untuk mengembangkan Indonesia sebagai poros maritim dunia maka, kebijakan penggelaran “No area left with no air cover” dapat memberikan jaminan perlindungan udara di atasnya.

Pembangunan Kekuatan TNI AU

Di bidang pembangunan kekuatan, kedepan TNI AU akan menambahan 3 Skadron tempur, 2 Skadron angkut berat/sedang/ringan,1 Skadron helikopter, 2 Skadron PTTA/UAV. Selain itu juga pengadaan pesawat berkemampuan khusus terdiri dari 4 Pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C), 4 Pesawat jet tanker, Helikopter anti teror, 12 Satuan Radar, serta pengadaan pesawat Multipurpose Amphibious.

Sedangkan bidang pembinaan kemampuan, TNI AU akan memenuhi siklus latihan yang telah direncanakan secara ketat dan terus meningkatkan kualitasnya melalui pelaksanaan evaluasi serta melaksanakan latihan bersama dengan negara lain.

(TNI AU)

Australian Base HMAS Cairns Set for AU$300m Upgrade in Preparation for New OPVs

13 Desember 2017


HMAS Cairns Naval Base. (photo : RAN)

Royal Australian Navy base HMAS Cairns will be undergoing a $300 million upgrade to accommodate new offshore patrol vessels to be built under German shipbuilder Lurssen as prime contractor.

HMAS Cairns will be home to four of the new vessels.

The upgrades were announced by member of the House of Representatives, Warren Entsch MP, Member for Leichardt, who noted that the government approval for investment represented an additional $200 million for works on the upgrade.

“This comes on top of the $22 million which has already been planned for a mid-term refresh in 2019-20, and another $313 million for the redevelopment of HMAS Cairns post 2025-26,” Entsch said.

“That takes the overall committed spend for HMAS CAIRNS to $635 million over the next 12 years, which is $215 million more than the $420 million which was first committed in the in the white paper.”

The 12 new offshore patrol vessel, to be delivered by Lurssen under a project worth up to AU$4 billion, will start construction in the fourth quarter of 2018 and are expected to start entering service in 2021.

Based on Lurssen’s OPV80 design adapted to Australian requirements, the vessels will be 80 meters in length with a displacement of 1700 tonnes and a draught of 4 meters.

The vessels will be fitted with a 40mm gun for self-protection, three 8.4m sea boats, and command and communication systems. This will allow the OPVs to operate alongside Australian Border Force vessels and other Australian Defence Force units.

(Naval Today)

12 Desember 2017

4 Pesawat F16 C dari Guam Mendarat di Lanud Iswahjudi

12 Desember 2017

Pesawat F16 C memerlukan waktu sekitar 5 jam dari Guam menuju Lanud Iswahjudi (all photos : detik)

Magetan - Sebanyak empat pesawat F16 C tiba di Lanud Iswahjudi Madiun. Keempat pesawat tempur tersebut langsung didatangkan dari Guam untuk mengisi skuadron udara 3 Lanud Iswahjudi.

"Ada 4 pesawat tempur jenis F16 C kami datangkan langsung dari Guam untuk melengkapi sarana pengamanan wilayah udara Indonesia," ujar Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama Samsul Rizal kepada wartawan di Lanud Iswahjudi Madiun, Jalan Raya Solo Maospati, Magetan, Selasa (12/12/2017).

Samsul mengatakan, seharusnya batch terakhir ini yang datang ada 6 pesawat. Namun karena masih ada masalah engine, maka dua pesawat lain belum bisa diikutkan.

"Seharusnya batch terakhir ini yang datang 6 pesawat. Karena masih ada masalah engine sehingga masih di Guam. Masih harus menunggu perbaikan dulu," terang Samsul.

Dengan hadirnya empat pesawat F16 Tipe C ini, berarti total sudah ada 22 pesawat F16 C yang di datangkan ke Indonesia. 22 Pesawat tersebut di tempatkan di Skuadron 3 Lanud Iswahjudi dan Skuadron 16 Lanud Rusmin Nurjadin Pekanbaru. Sesuai rencana, jumlah pesawat tempur F16 C yang didatangkan berjumlah 24 pesawat. 

Empat pesawat F16 C ini menempuh perjalanan sekitar 5 jam dari Guam. Berangkat pukul 05.30 WIB dari Guam dan mendarat di Lanud Iswahjudi Madiun pukul 11.45 WIB. Empat pesawat tempur F16 Tipe C yang memiliki kursi tunggal ini dipiloti oleh pilot dari USAF Amerika Serikat.


Samsul menambahkan pesawat yang didatangkan dari Guam ini adalah bekas pesawat AS yang kondisinya terbilang masih bagus. Mesinnya dibuat tahun 1990 dan masih bisa digunakan hingga 20 tahun ke depan.

"Iya, ini pesawat bekas Amerika tapi masih bagus buatan tahun 1990 dan masih bisa di pakai 20 tahun ke depan," pungkas Samsul.

"Seharusnya batch terakhir ini yang datang 6 pesawat. Karena masih ada masalah engine sehingga masih di Guam. Masih harus menunggu perbaikan dulu," terang Samsul.

Dengan hadirnya empat pesawat F16 Tipe C ini, berarti total sudah ada 22 pesawat F16 C yang di datangkan ke Indonesia. 22 Pesawat tersebut di tempatkan di Skuadron 3 Lanud Iswahjudi dan Skuadron 16 Lanud Rusmin Nurjadin Pekanbaru. Sesuai rencana, jumlah pesawat tempur F16 C yang didatangkan berjumlah 24 pesawat. 

Kedatangan empat pesawat tempur F16 disambut pejabat muspida dan muspika se-Bakorwil Madiun. Setibanya di Lanud Iswahjudi keempat pilot mendapat kalung bunga dari Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama Samsul Rizal. Tampak Bupati Madiun Muhtarom juga hadir memberikan karangan bunga serta Kapolres Magetan AKBP Muslimin dan Komandan Kodim 0804 Letkol Heri Bayu Widiatmoko.

(Detik)

Fourth Gepard-Class Scheduled to Arrived in Mid January 2018

12 Desember 2017


Fourth Gepard class 487 carrying by Rolldock Star vessel (photo : defence.pk)

Fourth Gepard-class warship begins journey to Vietnam

VOV.VN - On November 28, the Netherlands’ heavy lift transport vessel, Rolldock Star, carrying the fourth Gepard-3.9 frigate for delivery to Vietnam docked at Novorossiysk port in the Black Sea.

Earlier this year, the Vietnam Navy’s third Gepard-3.9 frigate was transported by heavy load carrier Rolldock Star from Russia to Vietnam and arrived at Cam Ranh Port in late October after a 1.5-month journey.

As scheduled, the fourth frigate built by the Gorky Shipbuilding Company based in Zelenodolsk, Russia is destined to arrive at Cam Ranh Port in Khanh Hoa province in mid-January, 2018.

According to Russia’s BusinessOnline, the maintenance of the third and fourth warships will run until May 9, 2018.


Fourth Gepard class 487 (photo : Igor Terokhin)

In terms of features, the two new warships are similar to the two previous Gepard-class 3.9 frigates. The difference is that the second pair are equipped with anti-submarine weapons (2 torpedo tubes) and other modern devices used for detecting enemy submarines.

Vietnam’s first two Gepard-class 3.9 frigates, the missile escort vessels Dinh Tien Hoang (HQ-011) and Ly Thai To (HQ-012), built by the Rosoboronexport Company at the Zelenodolsk shipyard, were dispatched to Brigade No.162 of Naval Region 4 under the Vietnam People's Navy six years ago.

According to Russian News Agency TASS, Vietnam has been an important partner of Russia in military technology cooperation for the past decades.

Over recent years, Vietnam has signed numerous contracts for weapon procurement from Russia with a total value of more than US$ 4.5 billion.

(VoV)

LAPAN Kembangkan UAV LSU-03 Full Carbon

12 Desember 2017


UAV LAPAN Surveillance LSU-03 FC (photo : LAPAN)

Tim aerostruktur Pusat Teknologi Penerbangan @pustekbang LAPAN mengembangkan pesawat tanpa awak LAPAN Surveillance UAV Full Carbon LSU-03 FC (Full Carbon).

Diharapkan dengan body yang terbuat dari karbon yang lebih ringan daripada body sebelumnya dari bahan GFRP (Glass Fiber Reinforced Polymer) pesawat ini mampu meningkatkan ketahanan jelajah dengan konsumsi bahan bakar yang lebih irit.

Pada body sebelumnya (LSU-03 NG, generasi sebelum LSU-03 FC), pesawat ini mampu terbang sejauh 600 km dengan muatan seberat 24 kg. Kecepatan jelajah 100 km/jam kecepatan max 150 km/jam (arah angin juga berpengaruh).

Pesawat tanpa awak ini menjelajah pada ketinggian 150-300 meter. Pada November 2015 lalu, pesawat LSU-03 NG meraih Rekor Muri sebagai pesawat tanpa awak dengan daya jelajah terlama dan terjauh 340 km dalam jangka waktu 3 jam 39 menit. Dengan body full carbon composite nanti diharapkan akan jadi lebih cepat dan jadi lebih jauh.

(LAPAN)

ASELSAN Malaysia is Ready for Local Production in Malaysia

12 Desember 2017


Aselsan SMASH 30mm naval gun (photo : Aselsan)

​ASELSAN continues deliveries of 30mm Remote Controlled Stabilized Naval Gun (SMASH) to Malaysian Coast Guard as the main armament of New Generation Patrol Crafts and the performance of 30mm SMASH is appreciated by the end users. 

As per the commitment of ASELSAN on technology and know-how transfer to Malaysia, 30mm SMASH System assembly, integration and tests are accomplished locally by Malaysian Engineers after a comprehensive training program. In November 2017, Malaysian Coast Guard and Royal Malaysian Navy officers witnessed the progress in 30mm SMASH test&integration facility in Lumut, Perak, Malaysia. 

ASELSAN MALAYSIA SDN. BHD., which is %100 owned by ASELSAN, established in 2017 with the purpose of local production of Remote Controlled Stabilized Weapon Systems and act as a regional hub for sales, after-sales and R&D activities. In this context, the local 30mm SMASH System assembly, integration and tests are the first steps of ASELSAN MALAYSIA SDN. BHD. and the company targets to make further investment in Malaysia for the serial production and R&D.

(Aselsan)

11 Desember 2017

TNI AL Laksanakan Uji Coba Kelaikan Hyperbaric Chamber Low Magnetic

11 Desember 2017

Kapal pemburu ranjau Tripartite Class KRI Pulau Rupat 712 (photo : Husni Ibrahim)

Surabaya -- TNI AL melaksanakan Uji Coba Kelaikan Hyperbaric Chamber Low Magnetic DDC dan DART yang dilaksanakan di KRI Pulau Rupat-712, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur (10/12).

Uji coba kelaikan tersebut dilakukan terhitung dimulai tanggal 7 sampai dengan 10 Desember 2017 dengan hasil yang baik dan direkomendasikan lulus setelah menjalani beberapa rangkaian verifikasi dan uji fungsi terhadap 13 sistem.

Sistem tersebut yakni Unit Hull Chamber, Sistem Udara Bertekanan, Sistem O2 (Oksigen murni) (Tabung O2 DDC bahan baja), Sistem Pendingin, Sistem CO2 (Karbondioksida) Scrubber, Sistem Listrik/Elektrik, Sistem Komunikasi, Video dan Audio, Panel Pengendali/Console Panel, Sistem PMK Inner Chamber, Sistem PMK External/Ruangan, Dokumen Teknis, Pengawak dan Fasilitas Pendukung.


Pada sistem Uji Coba PMK Inner Chamber tanpa tekanan telah terlaksana dan berhasil dengan baik. Pelaksanaan uji coba tersebut dilakukan pada kedalaman 30 meter selama 10 menit.

Kolonel Laut (T) Sujono, S.E., selaku Ketua Tim Kelaikan  menyampaikan bahwa Chamber  untuk KRI Pulau Rupat -712  adalah benar Chamber type LOW MAGNETIC dengan merek DRAGER buatan Jerman tersebut telah melalui serangkaian uji kelaikan sesuai dengan prosedur dan ketentuan kelaikan direkomendasikan lulus dan aman untuk dioperasikan dalam mendukung tugas pokok TNI AL.

Dalam kesempatan tersebut  Tim Kelaikan yang turut berpartisipasi mendukung kegiatan uji kelaikan tersebut yakni Mayor Laut (T) Ir. Dwi S Puto, Mayor Laut (K) Setiawan, S Farm, Peltu  MES  Moch. Yusuf dan Peltu Mes Winarto.

(TNI AL)

HMAS Darwin Decommissioned

11 Desember 2017

Adelaide class frigate HMAS Darwin. (photo : Aus DoD)

The Royal Australian Navy has decommissioned the Adelaide class FFG frigate, HMAS Darwin at a ceremony in Sydney on December 9.

Commissioned in 1984, Darwin has steamed more than one million nautical miles and has made port visits in more than 50 countries. The vessel has undertaken operations in the Middle East, Timor Leste, and the Solomon Islands.

“The ship and her successive companies have served Australia with distinction, being awarded battle honours three times for successful maritime security operations,” Chief of Navy, VADM Tim Barrett said. “It was the hard work and dedication of the crews who have called Darwin home that made this frigate so effective over such a long career.”

Darwin’s Commanding Officer, CMDR Phillip Henry, said lowering the Australian White Ensign for the final time closes a significant chapter in Navy’s history. “The 5,000 men and women who have served in Darwin will always carry fond memories of this ship,” he said.

“She is a good ship and we take great pride in our considerable achievements. We share this pride with many of Darwin’s past crew members who joined us to pay a final tribute to this Navy workhorse.”

After Darwin’s decommissioning, two FFGs remain in service and are scheduled to be replaced by the Hobart class DDGs in the next two years.

But Darwin may yet sail on, with reports that Poland has expressed interest in acquiring two of the RAN’s former FFGs to bolster its fleet of two ex-US Navy Perry class FFGs.

(ADBR)

Dermaga AL yang Baru di Kendari Segera Dibangun

11 Desember 2017


Dermaga TNI AL di Kendari, Sulawesi Tenggara (image : GoogleMaps)

Pembebasan Lahan Tuntas, Dermaga AL yang Baru Segera Dibangun

KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya menuntaskan pembebasan lahan milik PT Dharma Samudra dengan pembayaran Rp 12.5 miliar untuk kepentingan dermaga TNI Angkatan Laut (AL).

Plt Gubernur Sultra, Saleh Lasata menyebutkan, pembebasan lahan tersebut adalah bagian dari proses dan syarat utama pembangunan jembatan Bahteramas di Teluk Kendari.

“Dermaga TNI AL yang lama itu dilewati oleh pembangunan jembatan Bahteramas, jadi harus ada dermaga TNI AL baru yang dibangun dan Alhamndulillah hari ini kita sudah selesaikan pembebasan lahannya,” ucapnya saat ditemui di kantor Gubernur Sultra, Kamis (07/12).

Lanjut dia, usai pembebasan lahan tersebut pembangunan jembatan Bahteramas sudah bisa berjalan optimal dan dermaga TNI AL yang baru segera dibangun.

“Pekerja jembatan Bahteramas mendesak kita supaya dermaga itu segera dipindahkan karena pembangunan jembatan ini sudah mau ketemu dan disambung. Jadi prosesnya kita ikuti, baik adimistrasi maupun proses-proses pembangunan lainnya termasuk dermaga AL ini, ” tukas Wagub Sultra dua periode ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sultra, Hado Hasina mengatakan, usai pembebasan lahan pihaknya segera memulai pembangunan pelabuhan untuk kepentingan TNI AL.

“Setelah penyelesaian kompenisasi harga tanah Rp 12,5 miliar kepada pihak PT Dharma Samudra, sekarang kita akan mulai pembangunannya. Namanya pembangunan pelabuhan untuk kepentingan TNI AL,” kata Hado.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Dharma Samudra, Yohanes L menilai pemebebasan lahan miliknya semata untuk kepentingan nasional dan kepentingan masyarakat, sehingga dirinya harus ikut bekerja sama dalam menyukseskan program nasional dalam hal ini pembangunan jembatan Bahteramas tersebut.

Ia juga membeberkan, luas tanah yang dibebaskan kepada pemprov Sultra sesuai dengan sertifikat tanah adalah kurang lebih 15.400 persegi.

“Kendala sebelumnya hanya penyelesaian adiministrasi. Tapi hari ini kita sudah tuntaskan jadi tinggal dilengakapi adimistrasi lainnya,” jelas Yohanes usai pertemuan dengan Plt Gubernur Sultra.

(MediaKendari)

09 Desember 2017

SAF Operates Target Acquisition Designation System during Exercise Forging Sabre

09 Desember 2017


SAF's Target Acquisition Designator System (TADS) equipment (photos : shephard, Reddit)

Faster deployment for Storm troopers and Himars rocket launchers

PHOENIX - In the heart of the Arizona shrub-lands, a crack team of scouts from the SAF's Artillery unit has received an order to detect and designate a target for the Republic of Singapore Air Force (RSAF) fighter jets to eliminate by dropping laser-guided bombs.

Using the Target Acquisition Designator System (TADS) equipment, the STrike ObserveR mission (Storm) team successfully marks out the target using laser technology and the target is destroyed soon after.


The TADS equipment is making its debut in Forging Sabre, a 16-day live-firing exercise which started on Nov 28 near Phoenix.



Weighing 10kg, the TADS equipment is almost 40 per cent lighter than the Laser Target Marker (LTM 91) that Storm teams have been using, which are being phased out.

Developed in late 2016, the TADS - which comprises a high-definition Day Night Range-finding System and a Portable Laser Designator Rangefinder - has a maximum range of 10km, double that of the 5km maximum range for the LTM 91.

Lieutenant Jason Kavinesh Joshua, 23, a Storm team commander from the 24th Battalion Singapore Artillery (SA), told reporters on Wednesday (Dec 6) after a demonstration of the new equipment that its lighter weight and longer range would make it safer for Storm teams.


He said troops can stay farther away from potential targets and move off faster after their mission.

See full article StraitsTimes

Lockheed Martin Dukung Indonesia Dalam Pengembangan Pesawat Tempur KFX/IFX

09 Desember 2017


Model pesawat tempur KFX/IFX (photos : Chosun)

Jakarta –Proyek kerja sama pengembangan pesawat tempur generasi 4,5 KFX/IFX antara Indonesia dan Korea Selatan mendapat dukungan dari pihak Lockhhed Martin, salah satu perusahaan besar di bidang pertahanan dan kedirgantaraan asal Amerika Serikat.

Dukungan tersebut disampaikan pihak Delegasi Lockheed Martin yang dipimpin oleh Regional Director, Southeast Asia Lockheed Martin David Jensen, Kamis (8/12) saat diterima Menteri Pertahanan Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu di kantor Kemhan, Jakarta.

Lockheed Martin adalah salah satu perusahaan pertahanan di dunia yang mengembangkan dan memproduksi berbagai pesawat, kendaraan darat, kendaran tak berawak, rudal dan senjata pandu, sistem pertahanan rudal, sensor dan radar, sistem maritim, satelit dan peluncur satelit, sistem dan teknologi IT.



“Lockheed Martin mendukung penuh kerja sama pembuatan KFX / IFX. Lockhhed Martin memiliki hubungan kerja sama yang sangat dekat dengan perusahaan dirgantara asal Korea Selatan, KAI. Atas nama Indonesia, kita juga akan memberikan masukan kepada Pemerintah Amerika Serikat”, ungkap Direktur Regional Director, Southeast Asia Lockheed Martin.


Dalam kesempatan ini, pihak Lockheed Martin juga menyampaikan terkait dengan pengadaan hibah 24 pesawat tempur F16 hibah dari Amerika Serikat yang telah ditingkatkan kemampuannya. 

Sebanyak 16 pesawat sudah diserahkan kepada TNI AU. Sedangkan sisanya sebanyak enam pesawat terakhir saat ini sudah memasuki tahap akhir dan akan diserahkan pada bulan ini.



Sementara itu, Menhan menyampaikan terima kasih kepada pihak Lockheed Martin atas dukungan yang disampaikan kepada Indonesia. Dengan komunikasi secara langsung antara Kemhan RI dengan Lockheed Martin ini maka tentunya proyek pengembangan pesawat tempur KFX/IFX akan berjalan dengan baik.

Indonesia sangat membutuhkan dukungan dari Lockheed Martin untuk dapat memberikan transfer of teknologi, sehingga para insinyur-insinyur Indonesia dapat sejajar dengan para insinyur dari Korea Selatan dalam proyek pembuatan pesawat Tempur KFX/IFX.

Sarawak Sedia Bantu APMM Bina Kapal Induk

09 Desember 2017


Kapal patroli APMM (photo : APMM)

KUCHING – Kerajaan negeri bersedia mengeluarkan dana bagi membina kapal induk untuk Maritim Malaysia (APMM) Wilayah Sarawak dalam usaha meningkatkan keberkesanan operasi penguatkuasaan maritim di perairan negeri itu.

Ketua Menteri Sarawak, Datuk Patinggi Dr. Abang Abdul Rahman Zohari Tun Abang Openg berkata, dana pendahuluan menerusi Bank Pembangunan Sarawak (DBOS) akan digunakan bagi tujuan pembinaan kapal tersebut.

Menurutnya, kos pembinaan sebuah kapal yang berperanan sebagai pusat kawalan operasi di laut itu dijangka menelan kira-kira RM200 juta.

“Perlu diingatkan perairan Sarawak adalah seluas 239,605 kilometer persegi atau meliputi kira-kira 39 peratus daripada 660,000 kilometer persegi keseluruhan perairan di Malaysia.

“Jadi, kerajaan negeri bersedia untuk membantu dengan menyalurkan dana pendahuluan, tetapi kemudian kerajaan Persekutuan perlu membayar balik pinjaman kewangan menerusi DBOS,” katanya pada majlis perasmian pengoperasian Kapal Maritim (KM) Sri Aman di Jeti Kompleks Maritim Tun Abang Salahuddin, Muara Tebas di sini semalam.

(Kosmo)

08 Desember 2017

Army, Marines Getting 345 New Korean Military Trucks

08 Desember 2017


Kia KM-250 2,5 ton truck (photo : Kia)

The Philippine Army and Philippine Marine Corps will be getting new troop carriers after the Department of National Defense (DND) entered into government-to-government contract for the supply of Kia military trucks.

The DND released to Korea Trade-Investment Promotion Agency (KOTRA) Notice to Proceed in October for the supply of 227 units of KM250 2 1/2 ton truck modified as troop carrier and 10 KM250 2 1/2 ton trucks modified as wrecker for a total contract price of PHP1.419821 billion.

Above mentioned military trucks will be delivered to Philippine Army and Philippine Marine Corps, with great portion going to army.


Kia KM-450 1,25 ton truck (photo : Kia)

Another Notice to Proceed was released to KOTRA for the supply of 108 KM450 1 1/4 ton trucks modified as troop carrier for Philippine Marine Corps for a total contract price of PHP313.956 million.

This government-to-government deal, signed in October, is between DND, KOTRA – trade and investment promotion organization operated by the government of South Korea, and Kia Motors Corporation as supplier.

(Update)

Roket RX 450 dan RX 1220 Sukses Meluncur

08 Desember 2017


RX 450 sedang dalam proses persiapan peluncuran dari lokasi Uji Terbang LAPAN Garut, Jawa Barat, Kamis (07/12) (photo : LAPAN)

Kamis (7/12), LAPAN sukses melaksanakan uji terbang roket eksperimen (RX 450 dan RX 1220). Kegiatan ini berlangsung di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Garut, (LAPAN Garut), Jawa Barat. Peluncuran tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Keuangan RI dan Bappenas.

Kepala Program Peluncuran Roket, Dr. Bagus H. Jihat menjelaskan, program RX 1220 adalah cikal bakal dari Roket R-HAN122 B. Sedangkan uji terbang RX 450 merupakan penyempurnaan teknologi dari uji terbang RX 450 sebelumnya yang dilakukan tahun 2015 dan 2016. “Untuk program tahun 2018, diharapkan dapat dilakukan uji terbang RX 320 sistem separasi muatan,” imbuhnya.

Deputi Bidang TeknoIogi Penerbangan dan Antariksa, Dr. Rika Andiarti menyatakan, uji terbang roket RX 450 secara kinerja terhitung sukses dibandingkan dengan uji terbang sebelumnya. “Meskipun kita belum memperoleh data secara teknis,” jelasnya. Lebih lanjut, ia mengatakan, meskipun belum optimal, LAPAN terus melakukan perbaikan dan improvisasi kinerja Roket RX 450.

Dalam Renstra, capaian tahun 2019 sudah terprogram. Akan tetapi hal itu harus memenuhi berbagai persyaratan. Salah satunya peningkatan dalam sistem penerimaan data, peningkatan jangkauan terbang, dan kinerja lebih baik dari peluncuran sebelumnya. Momentum uji terbang kali ini akan dilanjutkan dengan uji statik roket RX 550. 

Menurut Kepala LAPAN, Prof Dr. Thomas Djamaluddin, RX 450 merupakan roket terbesar yang pernah diluncurkan LAPAN. Program Roket Sonda LAPAN ditujukan untuk maksud-maksud damai. Roket ini yang nantinya akan digunakan dalam salah satu rangkaian Roket Pengorbit Satelit (RPS). Tentu saja hal ini disinergikan dengan rencana pembangunan bandar antariksa. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguasaan teknologi roket mengalami berlapis-lapis kendala karena tingkat kesulitannya lebih tinggi. “Meskipun diberi anggaran besar, belum tentu bisa terealisasi karena kita belum ditunjang dengan SDM dan industri pendukung yang lebih memadai,” imbuhnya. 

Lain hal, Thomas mengatakan, lokasi peluncuran roket di Garut selain digunakan untuk uji terbang, namun juga untuk kegiatan riset lainnya, seperti uji statik, uji pesawat tanpa awak, serta pengamatan antariksa dan atmosfer. Lokasi ini juga berfungsi sebagai pusat edukasi antariksa dan wisata ilmiah. hal tersebut sudah disepakati dengan Pemda Garut. 

KM Sri Aman Aset Terbaru APMM Sarawak

08 Desember 2017


KM Sri Aman 4542 (all photos : APMM)

KUCHING – Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Wilayah Sarawak menambah satu lagi aset kapal perondanya hari ini dengan pengoperasian ‘Kapal Ronda Generasi Baharu’ (NGPC) yang dinamakan KM Sri Aman.

Majlis perasmian pengoperasiannya yang berlangsung di Kompleks Maritim Tun Abang Salahuddin (Komtas) di Muara Tebas, kira-kira 25km dari sini disempurnakan oleh Ketua Menteri Sarawak, Datuk Patinggi Dr Abang Johari Tun Openg.

Ketua Pengarah Maritim Malaysia, Datuk Seri Zulkifli Abu Bakar berkata kapal peronda ini merupakan yang kedua daripada enam buah yang dibina untuk APMM oleh syarikat tempatan berpangkalan di Pelabuhan Klang, Selangor.

Kapal NGPC pertama KM Bagan Datuk, disiapkan sekitar Mac lepas, dan baki empat kapal ronda dijangka akan disiapkan secara berperingkat, dengan kapal keenam dijangka siap pada suku pertama 2019.



Zulkifli berkata pengoperasian kapal ini merupakan cerminan komitmen dan inisiatif kerajaan dalam memastikan kepentingan dan keselamatan laut Malaysia terpelihara, apabila aktiviti penguatkuasaan APMM sentiasa diperhebatkan.

“Cabaran utama yang perlu ditangani oleh APMM adalah ancaman seperti jenayah rentas sempadan, keganasan maritim, ‘illegal salvaging of wrecks’, dan pengeksploitasian sumber laut secara haram,” katanya.

Beliau berkata dengan tanggungjawab besar yang dipikul APMM sebagai agensi tunggal penguatkuasaan maritim dan cabaran alaf baharu yang dihadapi, perolehan NGPC adalah bertepatan pada waktunya bagi membolehkan semua tugas pengawalan dan penguatkuasaan APMM dilaksanakan dengan lebih efektif di kawasan perairan Malaysia.



Menurutnya kapal NGPC akan memberikan pulangan modal kepada kerajaan secara umumnya dan kepada APMM secara khususnya, terutama dengan adanya program kolaborasi industri yang melibatkan pemindahan teknologi, pengetahuan dan latihan berkaitan dengan kapal NGPC oleh syarikat yang dilantik.

Sementara itu APMM Wilayah Sarawak berharap agar satu daripada tiga kapal ronda luar pesisir pantai (OPV) yang dibekalkan kepadaa APMM, akan ditempatkan di kawasan perairan Sarawak.

Pengarah Maritim Wilayah Sarawak, Ismaili Bujang Pit berkata kawasan perairan Sarawak yang luas, merangkumi 239,605km persegi atau 39 peratus daripada kawasan perairan Malaysia memerlukan aktiviti pengawasan sentiasa ditingkatkan bagi mencegah pencerobohan nelayan asing ke kawasan perairan Malaysia. 

(Bernama)

07 Desember 2017

U.S. Air Force Completes Delivery of 24 F-16s to Indonesia

07 Desember 2017

F-16C with tail number TS-1629 (photo : Hills AFB)

HILL AIR FORCE BASE, Utah - After nearly five years, the Ogden Air Logistics Complex completed regeneration work on the last six Block-25 F-16C Fighting Falcon aircraft for the Government of Indonesia.

The delivery is the result of an aircraft acquisition and refurbishment agreement approved by the U.S. government to deliver a total of 24 Block-25 C and D variant F-16s to the Indonesian Air Force.

The aircraft, formerly flown by U.S. Air Force and Air National Guard units, had been warehoused by the Ogden ALC's 309th Aerospace Maintenance and Regeneration Group located at Davis-Monthan AFB in Tucson, Ariz.


The jets will depart on a five-day transoceanic flight and will require mid-air refueling and two overnight stops before arriving in Indonesia.

In addition to Hill AFB's Ogden ALC, the F-16 System Program Office, Defense Logistics Agency and several other Defense Department organizations contributed to the success of this acquisition program.

Poland to Build Search and Rescue Ships for Vietnam

07 Desember 2017


SAR ship of Cenzin (photo : portalmorski)

TSAMTO - Polish President Andrzej Duda and Vietnamese President Chiang Dai Kuang signed a framework loan agreement in Hanoi on the construction of six search and rescue ships.

The ships will be used for search and rescue operations at sea.

According to Jane's Navy International, the project, estimated at 200 million euros ($ 237 million), will be implemented under the leadership of Cenzin, a member of the Polish Armaments Group PGZ (Polish Armaments Group).

In accordance with the terms of the contract, the Gdansk company Remontowa Shipbuilding will build the first two ships. The remaining four will be built in Vietnam. Poland will ensure the transfer of technology and equipment kits.

According to Cenzin, the contract is expected to be signed in the coming months, and the construction of the first ship will begin in 2018. The project should be implemented within four years.

The construction of search and rescue ships will be the second project of the Polish company in Vietnam (now Cenzin is working on the creation of a research infrastructure for the Vietnamese Maritime University in Haiphong).

(TSAMTO)

Pangkostrad Resmikan Batalyon Mandala Yudha Sebagai Embrio Brigade Tim Pertempuran Berat

07 Desember 2017


Batalyon Mandala Yudha merupakan embrio Brigade Tim Pertempuran Berat Kostrad (photo : Kostrad)

(Penkostrad).  Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi meresmikan  Batalyon Mandala Yudha, sekaligus melantik Letkol Inf M. Asmi sebagai Komandan Batalyon (Danyon) Mandala Yudha yang pertama, bertempat di serambi kehormatan, Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (6/12).

Dalam sambutannya Pangkostrad menyampaikan guna mengantisipasi tuntutan profesional dalam setiap penugasan di masa depan, maka dibentuklah organisasi dan tugas satuan Batalyon Mandala Yudha yang merupakan satuan tempur dengan penggabungan berbagai unsur kecabangan di dalamnya. Kecepatan manuver dan perlindungan lapis baja adalah keunggulan yang dimiliki Batalyon Mandala Yudha, sehingga diharapkan dalam penyelesaian tugas pokok dapat dilaksanakan secara efektif dan optimal.

Perlu diketahui bahwa Batalyon Mandala Yudha dalam proses pembentukannya diproyeksikan sebagai embrio dari Brigade Tim Pertempuran Berat, dengan komposisi satuan tempur Infanteri, satuan bantuan tempur Artileri Medan (Armed), Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) dan satuan Helikopter tempur Penerbad, serta didukung oleh satuan Zeni, Peralatan dan Perhubungan dalam penyiapan operasional batalyon tersebut. Keberadaannya akan merealisasi konsep “Modular Brigade” yang diharapkan kedepan menjadi satuan setingkat Brigade yang lengkap, kuat, dan efektif serta memiliki Efek Penggentar (Deterrence Effect) terhadap ancaman kekuatan lawan.

“ Keberadaan Batalyon Mandala Yudha ini merupakan jawaban dari pembentukan satuan siap gerak TNI, dalam menghadapi penugasan yang bersifat urgen dan dapat dikerahkan dalam waktu singkat meliputi proyeksi tugas Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), baik dalam skala nasional maupun internasional,” ungkap Pangkostrad.

Markas Batalyon Mandala Yudha Kostrad dilengkapi dengan perumahan dinas personel dan keluarganya, perkantoran, Markas Komando Batalyon, gudang Alutsista serta lahan latihan tempur dan manuver. Semua berada dalam satu kompleks dan tentunya sangat memungkinkan terakomodasinya pelaksanaan tugas pokok satuan, Markas tersebut berdiri di atas lahan 700 hektar, di Ciuyah, Lebak, Prov. Banten.

Hadir dalam peresmian Batalyon Mandala Yudha tersebut, Kaskostrad, Panglima Divisi Infanteri 1 dan 2 Kostrad, Ir Kostrad, Koorsahli Pangkostrad, Asren Kostrad, para Asisten Kaskostrad, Kabalak Kostrad serta para Komandan Satuan Jajaran Kostrad.

(Kostrad)

SAF Conducts High-Tech Wargames in Arizona

07 Desember 2017

Exercise Forging Sabre 2017 in Arizona (all photos : Sing Mindef)

SAF Out-Senses, Out-Smarts, Out-Shoots Enemy in High-Tech Wargames in Arizona

The Singapore Armed Forces (SAF) is conducting Exercise Forging Sabre 2017 (XFS 17) in Phoenix, Arizona from 28 November to 13 December (Singapore time). XFS 17 is an integrated strike exercise that involves about 750 personnel from the Republic of Singapore Air Force (RSAF) and the Singapore Army, as well as assets such as the F-15SG and F-16C/D multi-role fighter aircraft, AH-64D Apache and CH-47 Chinook helicopters, Heron 1 Unmanned Aerial Vehicles (UAVs), and the High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS). This is the sixth instalment in the series that began in 2005.


XFS 17 sees an increased level of integration between sense and strike assets from the RSAF and the Singapore Army to conduct complex and dynamic live-firing missions. As part of the exercise, fighter aircraft carrying Laser-Guided Bombs (LGBs) accurately destroyed multiple enemy moving targets cued by STrike ObserveRs Mission (STORM) teams in a single pass. The Heron 1 UAV constantly monitored the battlefield and provided information such as the location of mobile enemy forces to the HIMARS enabling it to fire at multiple targets simultaneously. XFS 17 also featured the use of advanced munitions, such as the Joint Direct Attack Munitions (JDAM), Laser JDAMs, LGBs, Hellfire missiles and M31 Unitary rockets, to deliver precise and calibrated firepower on static and moving targets in day and night mission scenarios.


The Exercise Director for XFS 17, Brigadier-General Tommy Tan, shared on the significance of the integrated strike exercise. He said, "This exercise provides an excellent opportunity for the SAF to validate its integrated strike capabilities through the conduct of dynamic strike missions. These missions involve picking up 'pop-up' targets that may be moving, tracking them continuously and making dynamic adjustments to ongoing strike plans to destroy the targets. The exercise scenarios also include destroying multiple targets in various locations simultaneously. At XFS 17, these missions are carried out in a realistic and challenging environment which strengthens our operational capabilities.”


Chief of Defence Force Lieutenant-General Perry Lim and Chief of Air Force Major-General (MG) Mervyn Tan visited XFS 17 earlier and interacted with exercise participants after witnessing an integrated strike mission. MG Tan noted, "What we have accomplished in this exercise is testament to the professionalism and commitment of our servicemen and women, from both the Air Force and the Army. With limited air and land space in Singapore, we need overseas exercises like this for our airmen and soldiers to hone their skills and maintain a high level of operational readiness. I am grateful to our United States (US) partners for providing us with this important opportunity. The success of Exercise Forging Sabre gives us a lot of confidence that the SAF is ready to defend Singapore."


Overseas training and detachments, such as the RSAF's training in the US, allow the SAF to overcome Singapore's land and airspace constraints, and build-up its operational capabilities and readiness. Apart from supporting the conduct of training exercises such as XFS 17, the US also supports the RSAF's F-15SG and F-16C/D fighter aircraft, and AH-64D Apache and CH-47 Chinook helicopter training detachments, as well as the Singapore Army's HIMARS training. These training opportunities enable the SAF to further build-up its operational capabilities and readiness, and are testament to the excellent and long-standing defence ties between Singapore and the US.

PH Getting 5 New French-Made Vessels Starting June 2018

07 Desember 2017


FPV-72 MK II fast patrol boats (photo : Update)

The Philippines will be getting four 24-meter fast patrol boats (FPV 72 MKII) in June 2018 and one 82-meter offshore patrol vessel (OPV 270 MKII) in August 2019 from French shipbuilder OCEA, this was confirmed by OCEA officials to the inspection team of the Department of Transportation (DOTr).

These vessels are being acquired for Philippine Coast Guard (PCG) through the Philippine Ports and Coast Guard Capability Development Project between the governments of the Philippines and France.

The shipbuilding contract was signed in September 2014 by the then Department of Transportation and Communication (D0TC) and OCEA.

The contract includes five-year preventive maintenance for all five boats, spare parts for five years, and technical assistance and training for the crew.

On September 6, 2017, the DOTr and OCEA signed the contract effectiveness agreement the means certain conditions precedent for the coming into full force and effect of the contract has already been completed.

(Update)